"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."
(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)
| Pesilat Riau Bertanding di Tengah Hujan Badai |
|
|
|
| Written by Aryo Akbar | |
| Friday, 01 April 2011 13:38 | |
|
Pekanbaru (PD) Dua pesilat remaja berbaju dan bercelana putih itu sedang bergebrak seru di arena. Hujan deras yang disertai badai dan ledakan-ledaka petir, tidak menggetarkan dada dua pesila itu untuk terus saling jual beli pukulan dan tendangan. Mereka dengan semangat penuh di dada berusaha menunjukkan kepiawaian mereka dalam bertarung versi IPSI dari Kejuaraan Silat Perisai Diri antar-pelajar se-Riau pada 5 - 6 Maret 2011 lalu. Akan tetapi niat mereka untuk terus bergebrak tiba-tiba sirna. Lampu gedung olahraga tempat mereka bertanding padam. Aliran listrik mati. Maklum, karena hujan badai itu banyak pohon yang tumbang di kawasan tersebut sehingga mengganggu jaringan aliran listrik. Namun panitia dengan sigap mengganti tenaga listrik itu dengan menghidupkan generator. Byarr..!!! Listrik menyala lagi. Pertandingan versi IPSI dilanjutkan. Alamak... Itu pun tidak bisa berlangsung tuntas seusai jadwal. Sebab atap gedung ternyata bocor. Tetesan air hujan menerpa arena silat sehingga matras menjadi basah dan licin. Terpaksalah pertandingan malam itu dihentikan demi menjaga keselamatan pesilat. Jumlah pesilat yang bertanding adalah 135. Mereka terdiri dari 94 putra dan 41 putri. Mereka berasal dari pelajar SD, SMP, hingga SMA, serta Pondok Pesantren seperti Siak, Rokan Hulu, Madrasah Aliyah Pesantren Tehnologi Riau, SMK Kehutanan, SMK Hasanah, SDN 026, SDN 07, SMP Babbusalam, SMPN 03, SMPN 17, MAN 2 Pekanbaru, dan Kuansing. Karena yang bertanding ada yang masih anak-anak; maka orangtua mereka pun terpaksa juga ikut "bertanding"; menunggui buah hati mereka. Rela ikut menginap di penginapan yang disediakan panitia. Semua demi anak kesayangan mereka yang mencintai silat Perisai Diri. Ketua PD Cabang Pekanbaru, Mas Wibowo membuka kejuaraan itu pada Sabtu siang (5 Maret 2011). Kejuaraan silat PD di Pekanbaru sudah dilaksanakan beberapa kali sejak Mas Hertiarto (senior PD dari Yogya, kini sudah pensiun) bertugas di Dinas Kehutanan di Provinsi Riau. "Kami berusaha untuk mengembangkan silat PD di sekolah-sekolah. Kami berharap lewat kejuaraan ini maka setiap sekolah yang ada siswanya ikut silat PD bisa ikut mengirimkan pesilatnya. Kejuaraan ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada adik-adik kita yang mencintai beladiri silat. Mereka bisa membuktikan hasil latihannya di kejuaraan ini," kata Mas Wibowo. == Lomba Pengetahuan PD == Kejuaraan silat PD di Pekanbaru ini memiliki gebrakan baru, yaitu dengan disertakannya nomor Cepat Tepat yang berisikan pengetahuan pesilat soal sejarah dan teknik silat PD. Selain itu juga ada lomba Gejlik Cepat, Kilat T, Daun Melayang Pendeta, dan Lompat Kuntul. Pesilat yang bisa menjawab pertanyaan seputar sejarah dan teknik PD dengan cepat dan tepat, menjadi pemenang. Ini memang mirip cerdas tangkas ilmu pengetahuan di sekolah. Sementara lomba Gejlik Cepat dan sejenisnya, pemenangnya adalah pesilat yang bisa melakukan teknik itu dengan tepat dan paling banyak dalam durasi waktu 1 menit. Nomor lain tentu saja nomor "wajib" Serang Hindar dan pertarungan versi IPSI. Minat masyarakat untuk menonton kejuaraan itu cukup besar. Masyarakat umum banyak yang mengunjungi gedung olahraga itu khusus untuk melihat pertandingan silat PD antar-pelajar tersebut. Meski sempat tertunda karena listrik mati dan atap gedung olahraga bocor karena hujan badai, kejuaraan itu bisa selesai dengan lancar sepanjang hari Minggu. Pertandingan menarik terjadi di kelas H Putra antara Dedi Iskandar (Pondok Pesantren Teknologi Riau) melawan Alzefa Doni (SMK Kehutanan). Doni yang memiliki senjata andalan tendangan T berusaha merangsek Dedi yang yakin dengan teknik pendeta dan bantingannya. Pemilihan strategi bertanding Doni akhirnya yang menentukan kemenangannya. Ia beberapa kali berhasil mengecoh Dedi yang menanti serangan lawan dan siap membantingnya. Doni menang dan dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra. Hasil selengkapnya adalah Juara Umum I SMK Kehutanan, Juara Umum II Madrasah Aliyah Pesantren Teknologi Riau, Juara Umum III Rokan Hulu. (***)
|
|
| Last Updated on Friday, 01 April 2011 13:44 |
