Saturday May 19, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum

News Feeds:
Serem Banget, Pendekar Tua Saling Gebrak di Jepang PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Sunday, 28 March 2010 11:50

Tokyo (PD)


"Kowai...!!! Kowai..!!!"

Itulah teriakan spontan dari beberapa pemuda dan pemudi berkulit kuning bermata sipit. Mereka adalah warga Jepang yang menyaksikan pertarungan dua jago gaek berusia 57 tahun dan 60 tahun.

Apa kehebatan dua jago gaek itu? Apakah sekaliber petinju Evander Holyfield atau George Foreman yang masih naik ring ketika usia mereka di atas 40 tahun? Ikuti dulu kisahnya.

 

Kowai berarti seram. Agar lebih kuat tekanannya orang Indonesia bilang serem. Lalu yang serem apanya? Lha wong jago tua duel kok dibilang serem.

Tetapi itulah yang terjadi. Kelebatan pukulan, tendangan, bahkan putaran badan dua jago itu begitu terukur, tepat, akurat. Sebaliknya si penghindar pun mampu "membaca" serangan lawan dengan jeli. Mana kala serangan itu sulit dihindari, maka langsung ditolak. Kapan menghindar, kapan balas menyerang; sudah mirip air mengalir.

 

"Gerakan mereka, baik serangan maupun hindaran, bahkan tolakan, ternyata sangat cepat. Saya sendiri tidak menyangka bila jago tua pun masih tetap perkasa seperti itu. Itulah yang membuat para pemuda-pemudi Jepang itu secara spontan berteriak kowai... kowai. Mereka kaget, kagum, dan senang," kata Mas Abdul Azis Tri Kartika, salah satu anggota PD Indonesia yang berada di Jepang.

latihan_serhin_2_r_.jpgItulah dia yang dipertontonkan oleh Mas Soesilo Soedarmadji (Mas Silo/60 tahun) dan Mas Sigit Prakoso (57 tahun). Dua pendekar PD ini memperlihatkan kepiawaian silatnya di hadapan murid-muridnya di Tokyo, Jepang pada Sabtu malam (6 Maret 2010) lalu.
latihan_serhin_r.jpg
Mas Abdul Azis bercerita, sebenarnya Mas Sigit datang ke Tokyo itu untuk melihat latihan PD Jepang yang diasuh oleh Mas Silo. Nah, ketika sudah bertemu; tiba-tiba Mas Sigit mengajak Mas Silo latihan serang hindar.
foto_bersama_suhu_r_.jpg
"Mas Silo sempat kaget. Beliau terlihat malu-malu. Saya sendiri baru sekali ini melihat seperti apa gerak Mas Silo bila bertarung ada lawannya. Ternyata gerakannya sangat cepat. Bila saya saja kagum, maka para pemuda-pemudi Jepang itu langsung berteriak kaget-kagum. Mereka terlihat senang sekali. Apalagi saya," kata Mas Abdul Azis.

Lalu apa kata Mas Sigit yang datang ke Jepang bersama Mas Nanang Soemindarto (Ketua Umum PD Pusat).

"Saya sengaja memperlihatkan teknik serang hindar yang benar. Anak-anak Jepang itu belum pernah melihat serang hindar cepat dan diselingi benturan badan atau tolakan dan lemparan.Maka begitu melihat serang hindar saya melawan Mas Silo, mereka berteriak-teriak. Aku sendiri tidak tahu apa arti teriakan mereka. Tapi wajah mereka menyiratkan rasa senang luar biasa," kata Mas Sigit yang telah tiba di Jakarta pada Senin malam (8/3/2010).

Mas Sigit melanjutkan, ia dan Mas Nanang memang mengunjungi Jepang untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan ijazah Mas Silo dan Mbak Tri (istri Mas Silo) yang naik tingkat. Mas Nanang pulang lebih dulu pada Sabtu pagi.

"Pada Sabtu malam saya datang ke tempat latihan untuk melatih serang hindar. Nah, anak-anak Jepang itu harus melihat contoh langsung. Maka saya dan Mas Silo langsung serang hindar. Saya ingin mereka bisa bertambah semangat. Tampaknya itu berhasil. Mereka pasti bangga dengan gurunya, Mas Silo he he he..," tutur Mas Sigit sembari tertawa.
diskusi_r.jpg
Mas Sigit juga menyempatkan diri melakukan serang hindar dengan Chimada, murid senior Mas Silo. "Saya menerangkan sedikit apakah teknik PD itu benar-benar ilmiah. Saya sengaja memprovokasi agar mereka bisa menjelaskan kepada orang lain bahwa PD ini adalah olahraga ilmiah," kata Mas Sigit.

Yang membuat Mas Sigit kaget adalah ketika para murid senior Jepang itu tidak mau dinaikkan tingkatnya. Mereka masih merasa belum bisa apa-apa. Jadi mengapa harus naik tingkat. Bukankah lebih baik memperdalam ilmu lagi sehingga layak naik tingkat setelah benar-benar matang.
hening_r.jpg
"Saya lalu mendekati mereka dan menjelaskan. Bila mereka tidak naik tingkat, maka Mas Silo akan kesulitan memberikan teknik yang lebih tinggi sesuai dengan hak tingkatan mereka. Saya berjanji kepada Chimada untuk memberikan tambahan latihan bila dia datang ke Jakarta. Saya akan melatih dia bersama Mas Monu dan Mas Molomo. Mas Silo ternyata setuju," ujar Mas Sigit.

Selama di Jepang, Mas Sigit juga bertemu alumni PD Insitut Teknologi Bandung angkatan 1990. Pesilat putri ini tingkat Strip Biru. Ia berada di Jepang ikut suaminya. Dan pesilat putri ini ternyata juga getol latihan bersama murid-murid Mas Silo.
penyerahan_door_price_r_.jpg
"Saya sempat membagikan doorprize berupa kaos Invitasi Internasional PD. Mereka senang sekali. Sayang saya hanya membawa sedikit sehingga tidak semua kebagian," gumam Mas Sigit. (***)

Last Updated on Monday, 05 April 2010 01:18
 
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com