Saturday May 19, 2012

Quote Of The Month

"Siapa saja yang ingin mencapai sukses, haruslah mendaki dan memanjatnya; bukan melompatinya..."

(R.M.S. Dirdjoatmodjo - Pendiri Perisai Diri)

bannerforum

News Feeds:
Pesilat PD Juarai Invitasi Nasional Pencak Silat Pasir Pantai PDF Print E-mail
Written by Herdjoko   
Sunday, 28 March 2010 11:18

Solo (PD)

 

silat-pasir2.jpg

 

Pipi gadis itu memerah dan menghitam karena sengatan panas matahari yang berada di titik kulminasi. Jidatnya mengembun keringat. Dua tangannya yang memasang sikap harimau juga mengkilap karena keringat. Di depannya, tidak kalah garangnya, seorang dara dengan kaca mata hitam memasang sikap tarung yang angker.

Dua petarung tersebut berpanas-ria di hamparan pasir putih pantai. Mereka siap adu gebrak sehebat-hebatnya. Tiada atap yang menutupi dua petarung itu. Mereka berlaga di alam bebas. Diterpa angin, disengat matahari. Belaian jutaan butir pasir di kaki mereka sering terbang menjadikan mata kelilipan. Pasir yang memanas itu pun menjadi penyiksa kaki-kaki tangguh tersebut.

 

Itulah Invitasi Nasional Pencak Silat Pasir Pantai yang baru pertama kali digelar di Hotel Lor Inn Solo, Jawa Tengah pada 6 - 7 Maret 2010 silam.

silat-pasir6.jpg

Dinda Maulidya, gadis yang pipinya kemerah-merahan itu adalah lulusan SMA Negeri Olahraga Sidioarjo yang mewakili tim silat Jawa Timur di kelas B Putri. Sementara lawannya adalah dara berkulit putih Nirmala Sari Oktaviani adalah andalan tim Jawa Barat. Nirmala mengenakan kacamata hitam untuk menjaga agar matanya tidak kelilipan pasir.

Arena duel dua pesilat menggunakan arena voli pasir pantai yang berada di Hotel Lor Inn Solo. Di sana digelar dua arena. Lingkaran arena silat menggunakan slang plastik diameter dua inci warna  biru. Para juri berteduh di bawah payung. Sementara sang wasit harus rela berpanas-panas bersama pesilat yang baku pukul.

Dua pesilat saling menjajagi dengan serangan-serangan awal. Nirmala sangat percaya dengan tendangan sabit kanan maupun tendang depan kanan. Sementara Dinda mengantisipasi dengan tolakan tangan kiri yang dibarengi dengan pukulan kanan yang kuat menerpa dada lawannya.

Beberapa kali tendangan Nirmala mentah karena tolakan Dinda. Sebaliknya berkali-kali pukulan kanan Dinda mendera dada lawan dengan telak. Nirmala asal Bandung itu sempat terhenyak. Pada saat ia diam menyusun strategi baru, tiba-tiba Dinda melompat deras ke depan dengan tendangan lurus kilat geledek. Tendangan itu menyasar dengan telak tanpa bisa dihindarkan. Bahkan pesilat Jatim ini pada babak ketiga mampu menjatuhkan Nirmala dengan tendangan yang sama.

Dinda ternyata pesilat Perisai Diri dengan tingkat baru Dasar II. Belum genap satu tahun ia mengecap ilmu silat. Namun gemblengan dari Mas Momon Ageng dan Mas Karyono menjadikan gadis ini sangat beringas di arena. Dinda meraih medali emas.

"Bertarung di arena pasir lebih berat dibandingkan dengan di matras. Tenaga lebih terkuras.Tapi saya tahu bagaimana mensiasati agar dalam tiga babak tetap tegar tanpa kehabisan stamina," tutur Dinda.

Sementara seorang pesilat dari Jakarta mengaku, pasir panas memang mengganggu. "Oleh karena itu jangan terlalu lama berdiam. Lebih baik bergerak terus. Namun bisa enggan bergerak, telapak kaki langsung saya benamkan ke dalam pasir. Siap menunggu serangan lawan bila ia mendekat," ujarnya.

Ada tiga pesilat PD yang memperkuat tim Jatim. Mereka adalah Dinda Maulidya di kelas B, Dinda Setyowati di kelas C (meraih perunggu), dan Gian Ristanti (kelas D putri).

Selain mereka bertiga ada juga dua pesilat PD yang memperkuat tim Bali, seorang pesilat lagi di tim Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Beberapa ofisial PD juga mendampingi para petarung. Mereka seperti Yamadiputra menjadi ofisial Bali,  Suryanto ofisial Jawa Barat, Momon dan Karyono menjadi ofisial Jawa Timur.

Jawa Tengah Juara

silat-pasir1.jpg

Tim Jawa Tengah menjadi juara pada invitasi itu dengan mengantongi 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Sementara Jawa Timur menempati peringkat kedua dengan 2 emas, 2 perak, dan 7 perunggu. Jateng memboyong trofi Menteri Negara Olahraga. Jatim di peringat kedua dengan 2 emas, 1 perak, dan 7 perunggu.

Invitasi itu diikuti oleh 128 pesilat, 48 di antaranya pesilat putri yang berasal dari sembilan provinsi yaitu  Jatim, Jabar, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Lampung, Kepulauan Riau, Kaltim, dan tuan rumah Jawa Tengah.

"Ada beberapa provinsi yang menurunkan dua tim. Seperti Jateng menurunkan tim A dan B, demikian pula Bali," kata Ketua Panitia Indro Catur.

Haris Nugroho, pelatih tim Jateng mengakui kekuatan seluruh tim merata. "Perolehan medali merata. Setiap pesilat yang lengah pasti akan kalah. Kemampuan mereka memang merata. Sebagai tuan rumah pun kami hanya mampu mengantongi tiga emas," ujarnya.

Sementara pelatih tim Jatim Karyono dan Momon Ageng mengakui mereka baru mempersiapkan timnya dalam lima hari terakhir menjelang keberangkatan tim itu ke Solo. "Yang penting kami berusaha tampil maksimal. Para pesilat kami mampu membuktikan di arena," kata Karyono.

Momon berpendapat pertandingan di arena pasir pantai ternyata lebih menarik dibandingkan pertandingan di indoor di atas matras. "Ini merupakan inovasi baru dalam pencak silat. Bila digelar di pasir pantai, maka memiliki daya tarik yang khas. Ada nuansa pariwisatanya," ujarnya.

Soal membutuhkan tenaga ekstra bagi pesilat maupun wasit/juri, itu memang diakui oleh wasit Siswantoyo dari Yogyakarta "Butuh kekuatan otot tungkai yang lebih banyak. Berlatih di pasir memang disarankan untuk memperkuat otot tungkai pesilat. Ini memang berat, namun mengasyikkan," ujarnya.

Wasit Deni Akbar asal Jawa Barat menambahkan, "Kami yang menjadi wasit juga harus rela kepanasan, bahkan kehujanan. Saya suka sekali bila kejuaraan di pasir pantai digelar lagi," katanya.

Indro Catur sang penggagas pertandingan pencak silat pasir pantai mengakui ia memang mengadopsi ide itu dari Asian Beach Games yang pernah digelar di Bali pada tahun 2008. "Gagasan itu berusaha kami wujudkan di daerah. Kami bersyukur  mendapat sambutan bagus. Kami mendapat dukungan penuh dari Pengda IPSI Jateng, KONI Jateng, hingga Menteri Negara Olahraga," tuturnya.

Indro mengharap, daerah lain akan mengikuti langkahnya dengan menggelar kejuaraan serupa. Untuk Jawa Tengah kemungkinan akan digelar lagi di Pantai Jepara di pantai utara Jawa. (*)

 

Last Updated on Tuesday, 18 May 2010 12:21
 
Copyright © 2012. Silat Perisai Diri. Designed by Shape5.com